Pengguna BPJS dan mengalami kecelakaan parah, tidak bisa asal masuk UGD kalo biayanya pengen gratis


Setelah beberapa bulan tinggal di jakarta, akhirnya mengalami musibah pake motor yang pertama.

Kecelakaan memang tidak bisa dihindari karena dari lawan arah ada motor (yang naikin anak kecil) yang  jatuh dan kaki LMB ‘kesamber’ motor itu. Kesalahan mungkin ya…karena ga pake sepatu alias sendalan :mrgreen:

Oke, karena LMB merupakan pengguna BPJS (diwajibkan dari kantor) tentunya pengennya sih ya ga usah bayar lah biaya pengobatan. Kebetulan lokasi kecelakaan ga jauh dari fasilitas kesehatan (faskes)pertama. Tapi pas mampir ke sana ternyata tutup karena mungkin masih berdekatan dengan perayaan tahun baru. Akhirnya langsung ke UGD di RS T**mrin karena memang luka juga tergorong parah. Dijahit sebelas jahitan dan bengkak lumayan besar.

Setelah mendapat perawatan, LMB pun mencoba mengajukan pembayaran melalui BPJS. Tapi ternyata BPJS tidak bisa digunakan karena tidak mendapat rujukan dari faskes pertama. Entahlah, dulu waktu pengarahan BPJS sepertinya jika kondisi darurat bisa langsung menuju UGD tanpa meminta rujukan dari faskes pertama, tapi kenyataannya tidak bisa.

Pihak rumah sakit akhirnya malah juga meminta surat keterangan kecelakaan dari polsek setempat jika ingin mengurus BPJS. Lah, kecelakaan kondisi darurat, darah moncor-moncor mana sempet kepikiran ngurus surat kecelakaan di polsek.  Akhirnya teman LMB mau ngebantu buat ngurus ke polsek. Sayangnya, karena hari itu hari minggu dan dekat perayaan tahun baru, ternyata polsek yang didatangi teman LMB pun tutup . Akhirnya terpaksa lah, keluar duit pribadi dan biayanya lumayan mahal juga. Nyesek juga rasanya, padahal tiap bulan gaji udah dipotong buat bayar BPJS, hahaha. Setelah membayar akhirnya diperbolehkan pulang dan disuruh untuk kontrol lagi 3 hari kemudian.

Jadi buat yang pengen ngurus BPJS pas dapet musibah kecelakaan dan lokasinya jauh dari faskes pertama/faskes pertama tutup, mungkin yang harus dilakukan ya begini:

  1. Kalo kebetulan ada handphone, dan ada teman kita yang di deket tkp, mendingan difoto aja lokasi kejadian dan kondisi kita, kalo bisa mungkin kita dan temen kita disuruh selfie di TKP untuk jaga-jaga kalo mengurus surat keterangan kecelakaan di polsek membutuhkan bukti :mrgreen:
  2. Berikutnya sewaktu kontrol ke rumah sakit, BPJS masih tetap tidak boleh digunakan jika langsung periksa ke rumah sakit. Akhirnya setelah LMB tanya ke bagian informasi, jika kontrolnya ingin gratis, agar meminta rujukan lagi dari faskes pertama untuk rumah sakit. Sehingga sebelum kontrol ke rumah sakit, datang dulu ke faskes pertama dan mintalah rujukan ke dokter spesialis karena faskes hanya bisa memberikan rujukan ke UGD dan dokter spesialis.
  3. Jangan menggerutu kalau fasilitas obat yang diberikan benar-benar seadanya. Dalam kasus LMB bahkan dokter memberikan beberapa resep obat yang biaya tanggungannya di luar paket BPJS alias kudu mbayar sendiri :mrgreen:

Oke sekian dulu, semoga artikel seadanya ini bisa bermanfaat and see you next time 😀

Advertisements

11 thoughts on “Pengguna BPJS dan mengalami kecelakaan parah, tidak bisa asal masuk UGD kalo biayanya pengen gratis

    1. Aluvimoto

      nek nang mandiri lucu,iso double klaim (diikutke 3 soale, bpjs, inhealth, ro axa mandiri). wingi pas keno penyakit elit (baca : tipes) mung bayar 1,5 jt dari tagihan total 18jt nginep nang kelas 1.

      lucune pembayaran hanya bisa dilakukan siang, nek malem raiso digesek kertune 😆

      Reply
  1. ardiantoyugo

    edan malah mumet… nek pengen biaya kesehatan gratis bagi seluruh rakyat indonesa rasah nggo kertu ae lah… langsung ae nek nang rumah sakit gratis ngono… nek nang dukun bayar… ribet banget…

    Reply
  2. nbsusanto

    ha nek wong wis megap megap bengi ngono ndadak ngurus via faskes pertama sik? atau misal kejadian di luar daerah. lha yo selak sekarat. birokrasi kok aneh aneh wae. minimal pas darurat boleh langsung UGD lah.

    Reply
  3. fnaufala

    itu emang aturan kalo setiap kecelakaan harus minta surket kepolisian, kalo aturan bpjs yg awal sih yg pntg emergency,,
    untung yg sekarang sih kalo bukan kecelakaan, bisa kok langsung ke IGD asal emergency (cnth typhoid),,
    sebenernya yg bikin ribet itu dari bpjsnya sendiri, soalnya pasti ganti aturan baru lagi,,
    kalo kami dari rumah sakit ya cuma mengikuti sesuai prosedur saja, soalnya biasanya pasien langsung ngejudge rumah sakit pilah pilih pasien, padahal pasiennya sndri yg gk sesuai prosedur

    Reply
  4. nbsusanto

    Reblogged this on kankkunk – blognya nbsusanto and commented:
    assalamu’alaikum wr. wb..

    cerita dulur koboys, udah kecelakaan harus masuk UGD, eh asuransi BPJS kesehatan nggak bisa dipakai, katanya tetep harus pake surat keterangan dari kepolisian, ndilalah kantor polisi tutup.. jadi kebayang juga kalo sakit, walau nggak darurat, di luar daerah tetep harus ada surat pengantar dari Faskes Tk. 1, berarti tetep BPJS nggak bisa dipakai dan kudu mbayar sendiri dong? jadi inget cerita orang puskesmas juga kalo mereka memproses klaim penggantian BPJS juga ribet dan susah.. padahal BPJS Kesehatan itu diwajibkan dan bayarnya nggak murah.. -__________-

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s